IDE DAN PELUANG USAHA BUDIDAYA UNGGAS PETELUR

 


IDE DAN PELUANG USAHA BUDIDAYA UNGGAS PETELUR





1.    Ide dan Peluang Usaha budidaya unggas petelur

 

Budidaya unggas petelur atau  ternak ayam petelur sebenarnya bisa memberikan keuntungan yang menggiurkan, mengingat telur adalah salah satu komoditas bahan pokok yang selalu dibutuhkan masyarakat setiap hari. Hampir seluruh rumah tangga ataupun tempat usaha makanan menggunakan telur yang merupakan sumber protein hewani yang murah meriah. Tingginya kebutuhan masyarakat akan telur membuat sebagian orang menjalankan peluang usaha yang menjanjikan ini. Di samping itu, resiko kerugiannya bisa dibilang minim jika memang segala aspek bisnisnya dijalankan dengan baik. Meskipun menguntungkan, tetapi masih banyak orang yang enggan untuk terjun ke bisnis ini karena menganggap memelihara ayam itu bukan hal yang mudah. Ada hal-hal yang perlu dipelajari untuk menjaga agar ayam-ayam itu tetap sehat dan produktif, serta menghasilkan telur berkualitas yang layak dijual di pasaran.

Ada dua jenis usaha ternak ayam, yaitu ternak ayam petelur dan ternak ayam pedaging. Kedua jenis usaha ini memiliki peluang, tantangan dan resiko yang berbeda. 

Pelaku usaha ayam petelur tidak perlu membeli bibit lagi karena ayam-ayam itu bisa menghasilkan telur berulang kali. Lain halnya dengan peternak ayam pedaging yang kemudian harus membeli bibit lagi setelah tiba waktunya ayam-ayamnya disembelih. 

Ternak ayam petelur menggunakan ayam betina dewasa yang dapat menghasilkan telur setiap hari, yang kemudian telurnya dikumpulkan dan disortir, lalu dijual. Tingginya permintaan telur di pasaran membuat peluang usaha ayam petelur semakin besar.

Faktor-faktor motivasi berwirausaha

Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27 – 28)

a       Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut

b       Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.

c       Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.

d       Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.

e       Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.

f        Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.

g       Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.

h       Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada  para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

 

2.    Analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap, yaitu :

1.     jujur, dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan, dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan.

 

2.   mempunyai tujuan jangka panjang, dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.

 

3.     selalu taat berdoa, yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.

 

Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :

1.     knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.

 

2.     knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.

 

3.     having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.

 

4.     having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.

 

5.     managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.

 

6.     managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.

 

7.     managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.

 

8.     statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.

 

9.     knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.

 

10.  copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)

 

3.     ANALISA SWOT

Analisis SWOT umumnya merupakan teknik atau metode perencanaan strategi yang bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) sebuah perusahaan dalam suatu proyek atau bisnis. Albert Humphrey adalah orang pertama yang mencetuskan teknik ini. Dibutuhkan strategi yang baik untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam konteks organisasi, bisnis, atau usaha.

Metode analisis SWOT bertujuan untuk menggambarkan situasi dan kondisi yang sedang dihadapi dalam suatu perusahaan.  Analisis SWOT terdiri dari empat unsur utama, yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang) dan Threats (ancaman). Berikut penjelasan dan panduan dasar dari keempat unsur tersebut:

 a       Kekuatan  (Strength)

   Analisis ini menyoroti unsur kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan yang bisa memberikan pengaruh positif. Pihak perusahaan atau organisasi bisa menganalisis apa saja kelebihan perusahaan, keunggulan yang dimiliki perusahaan, serta keunikan perusahaan yang membedakannya dengan perusahaan lainnya. Dalam analisis SWOT biasanya dimasukkan sebanyak mungkin hal positif yang menonjolkan kekuatan dan keunggulan dari perusahaan.

b. Kelemahan (Weakness) 

Setiap perusahaan pasti memiliki kelemahan. Hal ini dapat memberi pengaruh negatif terhadap perusahaan. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui apa saja kelemahan yang dimiliki perusahaan agar bisa menjadi bahan perbaikan. Untuk mengetahui kelemahan apa saja yang dimiliki oleh perusahaan, posisikan diri Anda sebagai konsumen yang biasanya lebih tahu apa yang kurang dari sebuah perusahan. Selain itu, menganalisis hal apa yang dimiliki perusahaan lain tapi tidak dimiliki perusahaan Anda, faktor apa saja yang menyebabkan kehilangan atau kerugian bagi perusahaan, dan apa yang membuat perusahaan lain lebih baik dari perusahaan Anda.

c.  Peluang (Opportunity)

        Analisis peluang sangat penting bagi sebuah perusahaan karena hal inilah yang akan menentukan perkembangan perusahaan di kemudian hari. Anda harus melihat peluang apa saja yang ada dan perkembangan tren apa yang sejalan dengan perusahaan yang bisa membantu perusahaan lebih berkembang. Hal ini menjadi penting agar Anda mampu bertahan dan diterima di masyarakat.

            d. Ancaman (Threat)

     Analisis ancaman mencakup hal-hal apa saja yang mungkin dihadapi perusahaan yang dapat menghambat perkembangan perusahaan. Anda harus melihat apa saja ancaman yang ada agar dapat menentukan apakah bisnis dapat bertahan atau tidak. Beberapa hal yang harus diperhatikan misalnya ketersediaan sumber daya, apa saja yang dilakukan pesaing, ada berapa jumlah pesaing, bagaimana minat konsumen, dan juga kekuatan finansial Anda.

 

A.    Manfaat Analisis SWOT

 

Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang berbeda, di mana aplikasinya adalah:

a      Bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada.

b       Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan.

c       Bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada.

d   Bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Dengan saling berhubungannya 4 faktor tersebut, maka membuat analisis ini memberikan kemudahan untuk mewujudkan visi dan misi suatu perusahaan.


B.    Contoh Analisis SWOT

Berikut ini adalah contoh sederhana dalam melakukan analisis SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu perusahaan.

a       Strength (Kekuatan)

1.     Kami dapat merespon dengan cepat setiap permintaan pelanggan tanpa harus melalui birokrasi yang panjang.

2.     Kami memiliki biaya overhead yang rendah, sehingga dapat memberikan tawaran harga yang paling baik bagi pelanggan.

3.     Kami sangat memperhatikan setiap permintaan dan kebutuhan pelanggan.

4.     Kami sangat fleksibel dalam menangani setiap kasus dan permintaan pelanggan.

5.     Kami memiliki reputasi yang baik pada market yang ditekuni.


b       Weakness(Kelemahan)

1.   Staf kami masih memiliki kemampuan yang rendah dibidang-bidang tertentu.

2.   Perusahaan kami memiliki keterbatasan dalam permodalan.

3.   Cash flow kadang-kadang tidak lancar.

4.   Lokasi kantor letaknya di tempat yang kurang strategis.


c       Opportunities (Peluang)

 

1.     Sektor yang kami tekuni sedang mengalami kenaikan.

2.     Pemerintah sangat mendukung perusahaan lokal seperti kami.

3.     Belum ada persaingan yang ketat dalam sektor yang kami tekuni.

4.     Hanya dengan modal yang rendah kami dapat memulai bisnis dengan baik.


 d       Threats (Ancaman)

1.     Perkembangan teknologi yang cepat di bidang ini berada di luar kemampuan kami sehingga dapat menyebabkan kami terlambat dalam mengadopsinya.

2.       Perubahan strategi pesaing dapat mengancam posisi kami di bidang ini.

3.       Kurangnya minat perbankan dalam membiayai pendanaan untuk industri yang kami tekuni saat ini.


C.    TUJUAN ANALISIS SWOT

Analisis SWOT bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu perusahaan. Analisis ini ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan. Dengan melakukan analisis SWOT,

·       bisa mengetahui kekuatan dan kelebihan perusahaan sehingga dapat memanfaatkan hal tersebut demi kemajuan perusahaan.

·       bisa menganalisis kelemahan apa saja yang dimiliki perusahaan untuk mencegah hal-hal yang bisa merugikan perusahaan. Analisis SWOT juga berguna untuk meneliti peluang yang ada sehingga tahu kapan perusahaan harus bergerak agar mampu bertahan dan diterima di masyarakat.

·       bisa melupakan masalah ancaman yang mungkin ada dalam dunia bisnis. Dengan menganalisis ancaman,

·       perusahaan bisa dengan sigap mencegah hal buruk yang dapat merugikan dan memberi efek negatif.

Setelah melakukan analisis SWOT,

·       bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada.

·       bisa mengatasi setiap masalah yang sedang atau mungkin terjadi di masa mendatang.

·       bisa memanfaatkan apa saja kekuatan yang dimiliki perusahaan.

·       sehingga Anda bisa menonjolkan hal tersebut. Kekuatan yang dimiliki perusahaan dapat menjadi daya tarik sendiri bagi pasar.

·       Anda harus bisa memanfaatkan kekuatan perusahaan dengan sebaik-baiknya dan terus berusaha agar,

·       bisa memberikan pengaruh positif bagi perusahaan.

D.   Faktor yang Memengaruhi Analisis SWOT

Terdapat 2 faktor pokok yang akan memengaruhi keempat komponen dasar pada analisis, SWOT yaitu:

1.     Faktor Internal (Strength dan Weakness)


Untuk faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam terdiri dari dua poin yaitu kekuatan dan kelemahan. Keduanya akan berdampak lebih baik dalam sebuah penelitian ketika kekuatan lebih besar dibandingkan kelemahan. Dengan demikian kekuatan internal yang maksimum jelas akan memberikan hasil penelitian yang jauh lebih baik. Adapun bagian bagian dari faktor internal itu sendiri, antara lain sumber daya yang dimiliki, keuangan atau finansial, kelebihan atau kelemahan internal organisasi, serta pengalaman-pengalaman organisasi sebelumnya (baik yang berhasil maupun yang gagal).

 

2.     Faktor Eksternal (Opportunities dan Threats)


Ini merupakan faktor dari luar entitas, di mana faktor ini tidak secara langsung terlibat pada apa yang sedang diteliti dan terdiri dari 2 poin yaitu ancaman dan peluang. Adanya peluang serta ancaman ini tentu saja akan memberikan data yang harus dimasukkan dalam jurnal penelitian sehingga menghasilkan strategi untuk menghadapinya. Beberapa poin yang termasuk pada faktor eksternal, antara lain tren, budaya, sosial politik, ideologi, maupun perekonomian, sumber-sumber permodalan, peraturan pemerintah, perkembangan teknologi, peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan lingkungan.

 

E.  Strategi Kombinasi SWOT

Dalam analisis tersebut, Anda dapat memfokuskan diri pada satu kombinasi dari dua poin dari SWOT untuk menentukan langkah strategis bisnis Anda. Kombinasi fokus tersebut antara lain:

1.     Fokus pada kekuatan-peluang (S-O) untuk memperoleh alternatif ofensif dengan menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal.

2.     Fokus pada Kelemahan-ancaman (W-T) untuk memperoleh alternatif defensif dengan memanfaatkan kelemahan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.

3.     Fokus pada Kekuatan-ancaman (S-T) dengan menggunakan kekuatan internal untuk mengurangi ancaman eksternal.

4.     Fokus pada Kelemahan-peluang (W-O) dengan menopang kelemahan internal untuk mengambil keuntungan dari kesempatan eksternal.

Sebagaimana sebuah metode pada umumnya, analisa SWOT ini hanya dapat membantu menganalisa situasi yang sedang dihadapi oleh perusahaan atau sebuah organisasi. Dan metode ini bukan sebuah jawaban pasti yang mampu memberikan solusi pada tiap masalah yang sedang dihadapi, namun minimal akan memecah persoalan yang ada dengan mengurainya menjadi bagian-bagian kecil yang akan lebih tampak sederhana.

Selain membuat analisis SWOT, perusahaan juga harus mulai membuat analisis keuangan secara tepat. Dengan memiliki analisis keuangan, Anda dapat lebih mudah mengambil keputusan hingga mengembangkan perusahaan. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda membuat laporan keuangan secara instan, sehingga memudahkan dalam menganalisa keuangan perusahaan. Temukan info dan fitur lain dari Jurnal.

Sumber :

/www.talenta.com/

peluang-usaha-dan-tips-ternak-ayam-petelur/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUDIDAYA TERNAK AYAM PETELUR

Sistem Produksi Unggas Petelur